Cara Kami Mengukur
Sekolah sudah punya kegiatan. Yang belum dimiliki adalah bukti bahwa kegiatan itu mengubah sesuatu. Halaman ini menjelaskan rancangan pengukuran Natapikir secara terbuka, termasuk batasnya.
Delapan Dimensi Profil Lulusan
Tiga dimensi menjadi fokus penguatan mendalam. Lima dimensi lain dipantau.
Keimanan dan Ketakwaan
Pemantauan
Kewargaan
Pemantauan
Penalaran Kritis
Fokus
Kreativitas
Pemantauan
Kolaborasi
Pemantauan
Kemandirian
Fokus
Kesehatan
Pemantauan
Komunikasi
Fokus
Empat sumber bukti
Kuesioner diri siswa
Diisi siswa sendiri, pra dan pasca program.
Rubrik observasi fasilitator
Diisi fasilitator yang mendampingi langsung selama sesi.
Rubrik artefak
Dinilai dari buku kerja dan artefak yang dihasilkan tiap sesi.
Kuesioner wali kelas dan guru BK
Diisi pihak sekolah yang mengenal siswa sehari-hari.
Jadwal pengambilan data
Pengukuran pasca sengaja ditunda ke hari kesepuluh, bukan diambil pada akhir hari program. Mengukur pada akhir hari program akan menangkap kegembiraan, bukan perubahan. Menunggu sepuluh hari memberi ruang bagi perilaku untuk menetap atau kembali seperti semula — dan itulah yang sebenarnya ingin diketahui sekolah.
Bentuk laporannya
Aset belum tersedia
Laporan sekolah enam halaman — bercap CONTOH — DATA REKAAN
Ukuran disarankan: 1600×2000 px per halaman
Aset belum tersedia
Laporan individual satu halaman — bercap CONTOH — DATA REKAAN
Ukuran disarankan: 1600×2000 px
Laporan sekolah memuat pemetaan program terhadap delapan dimensi, sebaran tingkat pra dan pasca, temuan pengamatan, tiga saran tindak lanjut, dan penjelasan keterbatasan metode. Laporan individual memuat tingkat pencapaian pada tiga dimensi fokus, satu kutipan langsung dari tulisan siswa sendiri, dan dua langkah lanjutan yang dapat didampingi orang tua.
Isi seluruh berkas contoh: data rekaan, nama sekolah fiktif, bercap CONTOH — DATA REKAAN pada setiap halaman.
Batas pengukuran
Asesmen Natapikir mengukur perubahan perilaku yang dilaporkan dan teramati pada rentang waktu pendek. Ia bukan alat diagnosis psikologis, bukan tes kecerdasan, dan tidak menghasilkan angka yang boleh dipakai untuk menentukan peringkat kelas, kelulusan, atau penjurusan. Setiap laporan memuat halaman yang menjelaskan keterbatasan pengukurannya, dan halaman itu tidak pernah kami hilangkan.